Mewujudkan Demokrasi dalam Ekonomi Nasional

boys-1807545_1920

Oleh: Ali Usman*

Pada prinsipnya negara hadir untuk kepentingan bersama baik bagi masyarakat kelas menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Namun harus diakui bahwa perbedaan kelas ini akan menjadi suatu sekat pandangan dan gaya hidup yang berbeda. Di sinilah timbul konflik kepentingan antara masyarakat kecil dengan para pengusaha serta tak jarang pula dengan aparat negara. Konflik bisa terjadi akibat kecemburuan sosial seperti halnya konflik yang terjadi antara aparat pemerintah, petani di Majalengka lalu ada lagi kasus dengan perusahaan semen di Rembang.

Lanjutkan membaca “Mewujudkan Demokrasi dalam Ekonomi Nasional”

Iklan

Bersatu Tidak Harus Menjadi Satu!

children-1309318_1280

Oleh : Yenglis Dongche*

Banyak orang meneriakkan persatuan. Tidak jarang yang hendak menyatukan entah itu soal pandangan agama, etika, moralitas, adat istiadat bahkan agama. Tidak salah bila ini hanya diletakkan pada tataran gagasan. Namun jika persatuan yang dimaksudkan merupakan gagasan soal Keindonesiaan, nampaknya penting untuk mengkaji ulang ide dan pemikiran tersebut.

Lanjutkan membaca “Bersatu Tidak Harus Menjadi Satu!”

Berbeda Itu Biasa!

different-nationalities-1743400_1920

Oleh : Surya Perbawa Untung*

Kira-kira bagaimana pembaca memulai hari ini?

Memulai hari dengan membaca koran atau media online adalah salah satu cara yang mulai akrab dilakukan banyak orang. Tentu saja kebiasaan seperti ini adalah kebiasaan positif untuk membuka wawasan dan memahami perkembangan situasi dan kondisi daerah, negara maupun dunia setiap harinya.

Lanjutkan membaca “Berbeda Itu Biasa!”

Pemuda Di Tengah Krisis Kebudayaan

hands-1655520_1920

Oleh: Trianda Surbakti*

Entah sudah berapa kali Bung Karno mengutarakan bahwa kita mesti berkepribadian dalam budaya. Hampir berulang-ulang kita mendengarnya dalam pidato-pidatonya yang legendaris dan selalu berjumpa dengan tepuk tangan para pendengarnya. Dalam berbagai tulisan di berbagai surat kabar dan buku-bukunya kita juga bisa membacanya dengan terang.

Lanjutkan membaca “Pemuda Di Tengah Krisis Kebudayaan”