Lima Gambar Toleransi Beragama di Indonesia

JEJARINGBALI.com – Semangat bhineka tunggal ika yang sesungguhnya terletak di dalam hati dan pikiran kita. Dari hati dan pikiran inilah lahir dorongan untuk menjalankan kehidupan bersama yang saling menghargai dan menghormati antar umat beragama. Berikut ini adalah lima gambar yang menunjukkan kebhinekaan dan simbol toleransi di Indonesia.

  1. Pusat Peribadatan Puja Mandala

Pusat peribadatan Puja Mandala merupakan salah satu destinasi wisata religius yang terletak di Nusa Dua, Bali. Di lokasi ini berdiri lima rumah ibadah secara berdampingan yang terdiri dari Masjid Ibnu Batutah, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Pura Jagat Natha dan Vihara Budhina Guna. Puja Mandala didirikan pada tahun 1994 dan merupakan prakarsa dari almarhum Joop Ave yang merupakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kala itu. Selain menjadi destinasi wisata, Puja Mandala aktif digunakan untuk kegiatan peribadatan. Di samping menikmati keindahan alam dan kuliner di Bali, keberadaan Puja Mandala semakin mempermudah para wisatawan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

puja-mandala

  1. Taman Wisata Iman Dairi

Taman Wisata Iman Dairi merupakan salah satu destinasi wisata di Provinsi Sumatera Utara yang terletak di salah satu daerah pegunungan tepatnya di Kabupaten Dairi. Taman seluas 130.000m2 ini merupakan hasil dialog pemerintah dengan tokoh-tokoh lintas agama sebagai wujud deklarasi kebhinekaan bangsa Indonesia. Taman ini sekaligus menjadi gambar toleransi antar umat beragama. Lokasinya yang sangat asri karena dilingkupi oleh hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin memandang secara langsung beragam miniatur bangunan dan karya patung bersejarah bagi pemeluk agama-agama di Indonesia. Sejak direncanakan pada tahun 2001 oleh Bupati Dairi Master Parulian Tumanggor yang menjabat kala itu, Taman Wisata Iman Dairi telah banyak dikunjungi dan menjadi salah satu tempat wisata yang diminati di Provinsi Sumatera Utara.

  1. Gereja Ismail Alor

Gereja Ismail yang sudah unik dari namanya ini merupakan bukti persaudaraan antar agama yang sangat membanggakan. Nama Ismail bahkan diambil dari nama seorang Muslim yang turut membantu dalam pembangunan gereja. Gereja Ismail didirikan justru atas inisiatif warga Muslim karena kesadaran membantu warga beragama Kristen yang hanya terdiri dari empat kepala rumah tangga agar dapat beribadah sesuai kepercayaan dan keyakinannya. Sedikitnya jumlah warga beragama Kristen ini pula yang membuat pembangunan gereja sempat tersendat akibat dianggap tidak memenuhi syarat. Namun rasa persaudaraanlah yang memunculkan inisiatif dari warga muslim memasukkan nama mereka dalam daftar agar pembangunan dapat berlangsung.

gereja-ismail

  1. Kristen dan Muslim Membangun Masjid

Gambar persaudaraan lintas agama juga ada di Desa Dulolong Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Nusa Tenggara Timur. Kebiasaan gotong royong membangun masjid atau gereja sudah berlangsung sejak lama. Orang yang berasal dari luar akan sulit membedakan antara Kristen dan Muslim di desa ini karena kehidupan mereka yang saling bantu dan berdampingan satu sama lain. Bila ada kegiatan di masjid yang beragama kristen akan membantu menjadi penerima tamu dan begitu pula sebaliknya. Bahkan perayaan Idul Fitri maupun Natal juga dirayakan secara bersama-sama seolah tidak ada lagi batas-batas di antara mereka.

  1. Masjid Al Hikmah Joyodiningratan di Solo

Masjid yang terletak di Jalan Gatot Subroto 222, Solo ini memiliki tembok yang sama dengan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan. Gambar persaudaraan dan kerukunan jelas-jelas bisa dilihat dari posisi masjid dan gereja ini. Namun, ternyata gambar persaudaraan itu tidak hanya berhenti pada tataran bangunan saja. Dalam beribadahpun jemaah masjid dan jemaat gereja tetap menjunjung tinggi toleransi dan penghormatan yang tinggi terhadap kebebasan beribadah. Di sana tidak pernah terjadi ibadah gereja yang mengganggu ibadah di masjid demikian pula sebaliknya. Harmoni benar-benar terjadi dan telah berlangsung lama sejak tahun 1947.

masjid-al-hikmah-joyodiningratan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s